Festival Bahari Alor 2015

6th October 2015

Pelabuhan Alor Kecil
Alor Kecil Harbour where the Festival Bahari Alor 2015 takes place

This festival was held the first time in October 2015 with hopes of better preparation and organisation for the next second year and in the future.

IMG_1364
Kepa Island around 3 minutes boat ride from Alor Kecil Harbour where the Ritual of Pou Hari is held

Where: Pulau Kepa and Desa Alor Kecil, Alor Barat Laut District, Alor Regency, Nusa Tenggara Timur Province.

When: Annual event. Check the schedule at www.indonesia.travel

Event: Ceremonial Tradition Pou Hari and Maritime Ceremonial Gala Soro

How: Take a flight to Kupang (KOE) and continue with smaller aircrafts to Alor (ARD)

What:

Pou Hari

IMG_2283
The food offerings , eating and drinking utensils

Pou means give food and Hari means the sea ruler. Pou Hari: A ceremonial tradition of giving food to the sea ruler. This tradition is owned by the Manglolong tribe. Their beliefs of ancestors came from the Hari (the sea ruler) descendants that lives in Kepa island. The Manglolong Tribe lives and grow close by with the Gei Lae Tribe and Mudiloang Tribe in Alor Kecil Village until today. The distance between Kepa island and Alor Kecil Village, Alor island is only 3 minutes away with a boat. The purpose of the tradition is to give respect to their ancestors every year by giving food and praying for protection and blessings for all the local citizens. Besides that, it is also held to maintain harmony between the sea people and land people. This tradition has been held since their ancestors and when the kings were still ruling that time.

IMG_2293
Traditional dancing
IMG_2305
Lego-lego dance
IMG_2396
Lego-lego traditional dance

 

 

 

 

 

 

Lego-lego dance and music
Lego-lego dance and music

 

 

 

 

 

 

 

The food offerings dedicated for their ancestors are a goat, a chicken, rice, and water. There were also music instruments and eating and drinking utensils that need to be stored along with the food offering overnight before the ritual day at the Kamusi traditional house of Manglolong Tribe. Before the ritual was done, there were traditional dance performed by the Manglolong Tribe called lego-lego.

IMG_2413
All sorts of preparations for the offerings
IMG_2410
The locals carry the food offerings towards Kepa Island
IMG_2519
Making fire in a traditional way with bamboo
IMG_2536
Cooking rice and goat and chicken meat after the sacrifice ritual
IMG_2575
The part of food offering placed on a MIsbah
The local participants for Pou Hari and Gala Soro
The local participants for Pou Hari and Gala Soro

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

IMG_2432
Taking the food offerings to Kepa island where the ritual and prayer will be held
Crossing by boat from Alor Kecil harbour towards Kepa Island.
Crossing by boat from Alor Kecil harbour towards Kepa Island

 

 

 

 

 

 

 

The head of tribe will instruct the people to carry all the food offering and utensils that were stored over night to the location ritual at Kepa Island. After the offering and praying was done successfully including the sacrificing of the goat and chicken, the cooked rice and meat was given for all the participants as a symbol of the food offering acceptance by their ancestors.

IMG_2263
The profile of Malolong Tribe
IMG_2260
The profile of Malolong Tribe
IMG_2257
The profile of Malolong Tribe
The profile of Malolong Tribe
The profile of Malolong Tribe
The profile of Malolong Tribe
The profile of Malolong Tribe
The profile of Malolong Tribe
The profile of Malolong Tribe

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gala Soro

Gala Soro is a maritime ceremonial in welcoming the king or war commander and his soldier that won from a battle.

IMG_2616
Gala Soro, picture taken from Kepa Island
IMG_2649
Traditional dancing after the Gala Soro ceremony
IMG_2658
Traditional Martial Art called Pencak Silat Kontau
IMG_2693
I was given a traditional woven from Alor around my neck as a symbol that I had to join the traditional dance.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

The festival successfully collected around 50 boats that were participated by the locals. It was divided into 2 groups. The first group of 30 boats were divided into 1 main boat that have 1 king or war commander with his 8 soldiers and guarded by 29 boats of his soldier. And the second group of 20 boats were divided into 1 Gala Soro main boat that is guarded by 19 boats that are ready to welcome the first group of 30 boats. The main boat of Gala Soro with its 19 escorted boats will be decorated and filled with traditional dancers and music instruments such as tambur and gendang that will pick up the king or war commander in the middle of the sea with traditional dancing and music heading the beach. The event is closed by the lego-lego dance joined by the women that waited for the king and soldier to come from war.

IMG_2591
The scenery from Kepa Island
IMG_2578
The scenery from Kepa island
IMG_2222
The local participants wearing traditional goggles made from wood and glass
IMG_2213
The local participants ready for Pou Hari and Gala Soro

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Critics:

The festival promised us that the members of Gala Soro will wear traditional costumes, unfortunately we didn’t see their traditional customs instead we saw all the members wearing white shirts. And the event was a little bit out of the schedule where we should have finished the Pou Hari part first but at the other side the Gala Soro was already presented at the beach of Alor Kecil. Hopefully in the next year it will be well organised and the preparation of traditional costumes are well presented, so the tourists will learn the destinations culture.

 

All pictures are taken by Fiona Callaghan, unless there is Fiona Callaghan in it.

 

 

 

 

Surfing

Bagi kalian yang ingin belajar surfing alias berselancar, saya akan kasih sebagian pengalaman saya.

Pada saat di Pantai Karang Hawu, Pelabuhan Ratu, saya belajar singkat tentang surfing bersama Surfing Culture Boardriding School (SCBS). Untuk menjadi seorang professional surfer, pembelajaran untuk adaptasi papan dibagi menjadi 3 tahapan:

  1. Body Board

Ini yang paling saya suka dari dulu! Hehehe Kita berenang ketengah laut terus tunggu ombak dan seluncurrrr.

Guna latihan body board ini adalah supaya kita terbiasa memanfaatkan board ini di laut dan ombak, karena kalau sudah jago berenang belum tentu lihai bermain papan. Papan ini terbuat dari bahan busa diatasnya dan bahan plastik dibawahnya.

Teknik penggunaan body board ketika kita mau berjalan mengarah laut bisa dilakukan dengan:

a. Paddling, tapi ini agak susah dilakukan dengan papan yang terbuat dari busa.

b. Dengan menarik papan sambil berjalan atau berenang.

c. Ketika ada ombak, jangan takut. Ambil posisi paddling mengarah ombak dan pegangan ujung papan. Kita tidak akan merasakan sakit terhempas oleh ombak malah kita akan terlindungi oleh papan dan kita bisa terus melanjutkan paddling ke laut.

Kalau ombaknya besar dan kita rasa dengan hanya paddling tidaklah cukup, ketika ombak besarnya sudah dekat, dorong papan kedepan (sambil masih pegangan) dan kita menyelam kedalam ombak. Kita pasti tidak akan merasa sakit tertabok ombak dan jangan khawatir karena papan tidak akan membentur kita. Untuk teknik duck dive disini dengan bodyboard agak susah juga. Duck dive disini adalah teknik menyelam kedalam ombak besar dengan posisi paddling dengan cara menekan papan kebawah .

Pada saat sudah ditengah sambil menunggu ombak, kita posisinya sedang paddle atau berdiri (ini apabila lautnya dangkal). Pada saat ada ombak yang kita rasa pas, kita ancang-ancang dengan paddling atau lompat disaat ombak pas kena belakang kita sampai kita terdorong oleh kekuatan ombak. Pegang dan kendalikanlah papanmu dengan kedua tangan diepan papanmu.

Selamat menikmati!

2. Soft top Surfboard atau longboard

Kalau kalian sudah beradaptasi dengan bodyboarding dan sudah terbiasa meluncur dengan posisi paddling atau tengkurap, it’s time to go to the next level!

Soft surfboard ini biasanya digunakan oleh pemula atau bagi kalian yang mengikuti sekolah surfing. Soft surfboard ini terbuat dari bahan busa diatasnya atau dibagian deck dan bahan epoxy, resin atau fiberglass dibawahnya. Papannya biasanya berbentuk lebih panjang. Atasnya soft supaya meminimalisir cedera ketika bermain sufing apalagi pada saat masih belajar.

Saya jadi ingat belajar surfing langsung pakai surfboard dan longboard, paha dan lututku penuh dengan memar!

Anyways, tekniknya paddling sama dengan ketika kita bermain bodyboarding. Kalau disini, paddling lebih difokuskan ketika ada ombak. Biasanya sebelum kita meluncur ke laut, kita akan diberikan teori-teori berdiri diatas papan. Secara teori memang mudah sekali, tetapi prakteknya, waaaaaah butuh 1 -2 bulan untuk bisa berdiri diatas papan. Ini sudah kutanyakan sama local kids yang sudah mahir dan latihannya harus setiap hari loooh.

Paddling pakai longboard ini juga termasuk agak susah karena terbuat dari bahan busa. Jadi paling kita hanya bisa menarik papan longboard ini menuju laut. Ketika ada ombak besar, paling kita nyelam sambil memegang papan atau leg rope-nya supaya tidak terlepas. Oh ya, disini leg rope atau tali kakinya sudah diikatkan ke kaki ya. Kalau kita nanti berdiri diatas papan dengan kaki kanan didepan, maka leg rope diikatkan pada kaki kiri kita. Dan begitu juga sebaliknya. Kemudian teknik duck divepun agak sulit dilakukan karena bentuk papan yang besar dan terbuat dari bahan busa atasnya.

Lalu kalau kita sudah merasa pas untuk ancang-ancang ombak ditengah laut, kita baiknya bersedia dengan posisi paddling. Ketika ombak sudah kena belakang kita, kita paddling dengan sekuat tenaga lalu, berusaha berdiri diatas papan. Nah, disinilah tantangannya! Siap-siap untuk jatuh berkali-kali. Makanya pilihlah tempat latihan atau pantai yang konturnya pasir supaya kita tidak luka terkena karang dan lain sebagainya. Aku pernah coba latihan ditempat berkarang dan hasilnya kurang maksimal karena kita akan fokus dengan ‘takut kena karang’ daripada ke surfingnya, selain itu membahayakan dan beresiko. Jadi karakteristik pantai yang seperti itu cocok untuk surfer professional.

Posisi berdiri yang diajarkan diatas papan adalah, kedua kaki menghadap ke samping (bukan kedepan) namun badan kita menghadap depan sambil kedua tangan direntangkan untuk keseimbangan badan. Ini teori yang mesti dipraktekkan berkali-kali sampai dapat berdiri diatas papan surf! And, yeah… saya belajar nanggung banget pada saat liputan-liputan jadi rasanya bikin nanggung dan ketagihan banget. Bersyukurlah kalian yang tinggal di pantai!!! Kalian setiap hari tinggal latihan kelaut saja dan hanya bermodalkan untuk beli surfboard!

Anyways, saya kira tentang longboard ini sudah cukup. Karena pada intinya adalah latihan terus sampai kamu bisa berdiri diatas papan.

Sedikit catatan juga, kalau yang sudah bisa surfingpun tetapi hanya surfing 1 tahun sekalipun tidak apa-apa untuk menggunakan soft surfboard ini.

3. Surf board

Now! To the ultimate level of surfing! Surfing dengan menggunakan surf board yang biasa kalian suka lihat oleh professional surfer! Jenis papannyapun ada beberapa macam; ada shortboard, fish board, hybrid, SUP, dan lain sebagainya. Semuanya terbuat dari bahan fiberglass, resin atau epoxy dan busa dibagian tengahnya yang terbungkus oleh bahan-bahan tersebut.

Kalau yang ini saya belum bisa share terlalu banyak karena saya masih belajar di tahap longboard tadi. Jadi ketika kalian sudah bisa berdiri dengan longboard, maka untuk ke jenjang ini, kalian tinggal beradaptasi saja dengan papan surfboard yang baru. Dan juga, jangan lupa untuk beli wax untuk digosokkan ke bagian deck supaya tidak licin pada saat kamu berdiri.

Saya pernah cobain langsung latihan pakai surfboard di Pacitan, Pantai Parangtritis dan Lampung, menurutku memang bias, hanya akan lebih baik jika kita ingin betul-betul menekuni bidang selancar ini, kita harus mengenal berbagai jenis papan dulu melalui beberapa tahap supaya kita sudah terbiasa dan lebih mahir kedepannya.

Dibawah ini adalah bagian-bagian dari surfboard:

Parts of Surfingboard
Parts of Surfingboard

Source: Wikipedia

Sedikit tambahan tips pengalaman dari saya ketika bermain surfing adalah:

  1. Ketika berusaha berdiri diatas papan selancar dari posisi tengkurap menuju berdiri, itu rasanya seperti melakukan pushup bedanya kita berusaha untuk berdiri diatas ombak. Jadi latihan push up memang sangat cocok untuk berselancar karena rasanya pun berat ketika kita bangun dari posisi tengkurap ke berdiri.
  2. Kita harus tau karakter ombak dan timing yang pas untuk bermain karena hasilnya akan memuaskan untuk kita riding diatas ombak. Jadi seringkali pada saat kita latihan, pasti kalian akan sering mendapatkan ombak bagus dan mantap tetapi papannya miring atau hilang keseimbangan sehingga kita tidak berhasil berdiri dan jatuh.
  3. Surfing is all about balancing. Kita belajar keseimbangan di atas papan terutama pada saat kita dapat ombak bagus.
  4. Sisanya adalah latihan, latihan, dan latihan. Hal inipun saya dapatkan dari wawancara saya kepada semua pemain selancar professional dimanapun. Untuk bisa berdiri dan manuver butuh latihan dan ketekunan yang luar biasa. Yang paling penting adalah semangat!

So, now, the rest is all yours! 🙂

 

%d bloggers like this: