Bagi kalian yang ingin belajar surfing alias berselancar, saya akan kasih sebagian pengalaman saya.
Pada saat di Pantai Karang Hawu, Pelabuhan Ratu, saya belajar singkat tentang surfing bersama Surfing Culture Boardriding School (SCBS). Untuk menjadi seorang professional surfer, pembelajaran untuk adaptasi papan dibagi menjadi 3 tahapan:

1. Body Board
Ini yang paling saya suka dari dulu! Hehehe Kita berenang ketengah laut terus tunggu ombak dan seluncurrrr.
Guna latihan body board ini adalah supaya kita terbiasa memanfaatkan board ini di laut dan ombak, karena kalau sudah jago berenang belum tentu lihai bermain papan. Papan ini terbuat dari bahan busa diatasnya dan bahan plastik dibawahnya.
Teknik penggunaan body board ketika kita mau berjalan mengarah laut bisa dilakukan dengan:
a. Paddling, tapi ini agak susah dilakukan dengan papan yang terbuat dari busa.
b. Dengan menarik papan sambil berjalan atau berenang.
c. Ketika ada ombak, jangan takut. Ambil posisi paddling mengarah ombak dan pegangan ujung papan. Kita tidak akan merasakan sakit terhempas oleh ombak malah kita akan terlindungi oleh papan dan kita bisa terus melanjutkan paddling ke laut.
Kalau ombaknya besar dan kita rasa dengan hanya paddling tidaklah cukup, ketika ombak besarnya sudah dekat, dorong papan kedepan (sambil masih pegangan) dan kita menyelam kedalam ombak. Kita pasti tidak akan merasa sakit tertabok ombak dan jangan khawatir karena papan tidak akan membentur kita. Untuk teknik duck dive disini dengan bodyboard agak susah juga. Duck dive disini adalah teknik menyelam kedalam ombak besar dengan posisi paddling dengan cara menekan papan kebawah .
Pada saat sudah ditengah sambil menunggu ombak, kita posisinya sedang paddle atau berdiri (ini apabila lautnya dangkal). Pada saat ada ombak yang kita rasa pas, kita ancang-ancang dengan paddling atau lompat disaat ombak pas kena belakang kita sampai kita terdorong oleh kekuatan ombak. Pegang dan kendalikanlah papanmu dengan kedua tangan diepan papanmu.
Selamat menikmati!

2. Soft top Surfboard atau longboard
Kalau kalian sudah beradaptasi dengan bodyboarding dan sudah terbiasa meluncur dengan posisi paddling atau tengkurap, it’s time to go to the next level!
Soft surfboard ini biasanya digunakan oleh pemula atau bagi kalian yang mengikuti sekolah surfing. Soft surfboard ini terbuat dari bahan busa diatasnya atau dibagian deck dan bahan epoxy, resin atau fiberglass dibawahnya. Papannya biasanya berbentuk lebih panjang. Atasnya soft supaya meminimalisir cedera ketika bermain sufing apalagi pada saat masih belajar.
Saya jadi ingat belajar surfing langsung pakai surfboard dan longboard, paha dan lututku penuh dengan memar!
Anyways, tekniknya paddling sama dengan ketika kita bermain bodyboarding. Kalau disini, paddling lebih difokuskan ketika ada ombak. Biasanya sebelum kita meluncur ke laut, kita akan diberikan teori-teori berdiri diatas papan. Secara teori memang mudah sekali, tetapi prakteknya, waaaaaah butuh 1 -2 bulan untuk bisa berdiri diatas papan. Ini sudah kutanyakan sama local kids yang sudah mahir dan latihannya harus setiap hari loooh.
Paddling pakai longboard ini juga termasuk agak susah karena terbuat dari bahan busa. Jadi paling kita hanya bisa menarik papan longboard ini menuju laut. Ketika ada ombak besar, paling kita nyelam sambil memegang papan atau leg rope-nya supaya tidak terlepas. Oh ya, disini leg rope atau tali kakinya sudah diikatkan ke kaki ya. Kalau kita nanti berdiri diatas papan dengan kaki kanan didepan, maka leg rope diikatkan pada kaki kiri kita. Dan begitu juga sebaliknya. Kemudian teknik duck divepun agak sulit dilakukan karena bentuk papan yang besar dan terbuat dari bahan busa atasnya.
Lalu kalau kita sudah merasa pas untuk ancang-ancang ombak ditengah laut, kita baiknya bersedia dengan posisi paddling. Ketika ombak sudah kena belakang kita, kita paddling dengan sekuat tenaga lalu, berusaha berdiri diatas papan. Nah, disinilah tantangannya! Siap-siap untuk jatuh berkali-kali. Makanya pilihlah tempat latihan atau pantai yang konturnya pasir supaya kita tidak luka terkena karang dan lain sebagainya. Aku pernah coba latihan ditempat berkarang dan hasilnya kurang maksimal karena kita akan fokus dengan ‘takut kena karang’ daripada ke surfingnya, selain itu membahayakan dan beresiko. Jadi karakteristik pantai yang seperti itu cocok untuk surfer professional.
Posisi berdiri yang diajarkan diatas papan adalah, kedua kaki menghadap ke samping (bukan kedepan) namun badan kita menghadap depan sambil kedua tangan direntangkan untuk keseimbangan badan. Ini teori yang mesti dipraktekkan berkali-kali sampai dapat berdiri diatas papan surf! And, yeah… saya belajar nanggung banget pada saat liputan-liputan jadi rasanya bikin nanggung dan ketagihan banget. Bersyukurlah kalian yang tinggal di pantai!!! Kalian setiap hari tinggal latihan kelaut saja dan hanya bermodalkan untuk beli surfboard!
Anyways, saya kira tentang longboard ini sudah cukup. Karena pada intinya adalah latihan terus sampai kamu bisa berdiri diatas papan.
Sedikit catatan juga, kalau yang sudah bisa surfingpun tetapi hanya surfing 1 tahun sekalipun tidak apa-apa untuk menggunakan soft surfboard ini.

3. Surf board
Now! To the ultimate level of surfing! Surfing dengan menggunakan surf board yang biasa kalian suka lihat oleh professional surfer! Jenis papannyapun ada beberapa macam; ada shortboard, fish board, hybrid, SUP, dan lain sebagainya. Semuanya terbuat dari bahan fiberglass, resin atau epoxy dan busa dibagian tengahnya yang terbungkus oleh bahan-bahan tersebut.

Kalau yang ini saya belum bisa share terlalu banyak karena saya masih belajar di tahap longboard tadi. Jadi ketika kalian sudah bisa berdiri dengan longboard, maka untuk ke jenjang ini, kalian tinggal beradaptasi saja dengan papan surfboard yang baru. Dan juga, jangan lupa untuk beli wax untuk digosokkan ke bagian deck supaya tidak licin pada saat kamu berdiri.
Saya pernah cobain langsung latihan pakai surfboard di Pacitan, Pantai Parangtritis dan Lampung, menurutku memang bias, hanya akan lebih baik jika kita ingin betul-betul menekuni bidang selancar ini, kita harus mengenal berbagai jenis papan dulu melalui beberapa tahap supaya kita sudah terbiasa dan lebih mahir kedepannya.
Dibawah ini adalah bagian-bagian dari surfboard:

Parts of Surfingboard

Source: Wikipedia
Sedikit tambahan tips pengalaman dari saya ketika bermain surfing adalah:
Ketika berusaha berdiri diatas papan selancar dari posisi tengkurap menuju berdiri, itu rasanya seperti melakukan pushup bedanya kita berusaha untuk berdiri diatas ombak. Jadi latihan push up memang sangat cocok untuk berselancar karena rasanya pun berat ketika kita bangun dari posisi tengkurap ke berdiri.
Kita harus tau karakter ombak dan timing yang pas untuk bermain karena hasilnya akan memuaskan untuk kita riding diatas ombak. Jadi seringkali pada saat kita latihan, pasti kalian akan sering mendapatkan ombak bagus dan mantap tetapi papannya miring atau hilang keseimbangan sehingga kita tidak berhasil berdiri dan jatuh.
Surfing is all about balancing. Kita belajar keseimbangan di atas papan terutama pada saat kita dapat ombak bagus.
Sisanya adalah latihan, latihan, dan latihan. Hal inipun saya dapatkan dari wawancara saya kepada semua pemain selancar professional dimanapun. Untuk bisa berdiri dan manuver butuh latihan dan ketekunan yang luar biasa. Yang paling penting adalah semangat!
So, now, the rest is all yours! 

You may also like

Back to Top